Pendidikan
Hardiknas 2021, Seperti apa Pendidikan dalam Perspektif Islam dan Barat ?
Selain Islam mempunyai pandangan tersendiri mengenai Pendidkan, Barat juga mempunyai perspektif sendiri tentang apa itu Pendidikan.
Menurut Barat, Ilmu tidak lahir dari pandangan hidup agama tertentu dan diklaim sebagai sesuatu ayng bebas nilai. Namun sebenarnya tidak bebas nilai tapi bebas dari nilai keagamaan dan ketuhanan. ilmu pengetahuan itu diambil dari tradisi atau budaya yang diperkuat dengan spekulasi filosofis yang memusatkan manusia sebgaia makhluk rasional.
Hal yang paling berbeda dalam pandangan mengenai Pendidikan antara Islam dan Barat yaitu dari segi Sumber yang dipakai dalam Pendidikan itu sendiri.
Islam dan barat memiliki pandangan yang berbeda mengenai pendidikan yang mereka terapkan. Bila islam memiliki al-qur’an, Sunnah dan ijtihad-nya para ulama sebagai konsep pendidikannya, maka barat akan menerapkan konsep yang jauh berbeda dengan islam. Mereka akan menerapkan banyak paham dalam bidang pendidikan mereka, seperti rasionlisme, kapitalisme, feminisme, liberalisme, atheisme, dan masih banyak isme lainnya yang mereka terapkan, dan berkembang pesat di barat.
Dr. Yusuf Qordhowi memberikan pengertian bahwa pendidikan islam sebagai pendidikan manusia seutuhnya. Berupa akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, serta akhlak dan ketrampilannya. Pendidikan dalam islam tidak hanya mementingkan pembentukan pribadi untuk kebahagiaan dunia semata. Tapi juga untuk kebahagiaan di akhirat kelak. Selain itu, pendidikan islam juga berusaha membentuk karakter-karakter yang bernafaskan islam, sehingga pribadi-pribadi yang terbentuk tidak lepas dari agama.
Hal ini tentu sangat berbeda bila dibanding dengan pendidikan barat yang hanya mengandalkan rasio dan logika saja. Mengabaikan nilai-nilai penting dalam agama, dan bahkan memisahkan antara kehidupan pribadi dengan agama yang dianutnya. Selain itu, pendidikan hanya terfokus pada kebahagiaan jasmani semata dan mengabaikan rohani. Menurut Al-Attas, ada lima factor yang sangat berpengaruh dalam pola pikIr para ilmuwan barat, sehingga membentuk pola-pola barat. Yaitu:
1. Menggunakan akal untuk membimbing manusia.
2. Bersikap dualitas terhadap realitas dan kebenaran.
3. Menegaskan aspek eksistensi yang memprosesikan pandangan hidup sekuler.
4. Menggunakan doktrin humanism.
5. Menjadikan drama dan tragedy sebagai unsur-unsur yang dominan terhadap fitrah dan eksistensi kemanusiaan.
Kelima factor ini sangat berpengaruh dalam pola pikir para ilmuan barat sehingga membentuk pola pendidikan barat.
Read more info "Hardiknas 2021, Seperti apa Pendidikan dalam Perspektif Islam dan Barat ?" on the next page :
Editor :LUKMANUL HAKIM