Taliban
Kacau, Presiden Afghanistan melarikan diri, Taliban berhasi kuasai Kabul
Instagram/Reuters
Presiden Afghanistan melarikan diri, Taliban berhasi kuasai Kabul
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri dari Kabul, Ibukota Afghanistan. Dengan menggunakan empat mobil dan satu helicopter yang dipenuhi uang tunai, Presiden Ashraf Ghani pergi meninggalkan negara tersebut ke Tajikistan. Minggu (15/08/2021)
Hal ini terjadi setelah Taliban berhasil menguasai Kabul,
Baca Juga : Terdeteksi satu kasus Covid19, Selandia Baru Putuskan Lockdown
Gubernur Bank Central ,Ajmal Ahmady, juga ikut melarikan diri dari Kabul. Ia mempertanyakan kesetiaan pasukan keamanan Afghanistan dan menyalahkan Presiden Ashraf Ghani yang melarikan diri yang tidak berpengalaman atas jatuhnya Afghanistan ke Taliban dengan cepat.
Bukan hanya pemimpin negara yang melarikan diri, ribuan warga juga berhamburan ke Bandara untuk bisa pergi ke Negara lain, dan bisa selamat dari kekuasaan Taliban.
Terjadi kekacauan di Bandara Hamid Karzai, Kabul. Banyak warga Afghanistan yang berusaha memanjat naik ke pesawat lewat pintu setengan terbuka, ada juga yang nekat bergelantungan di roda pesawat sebelum akhirnya terjatuh dari ketinggian.
Pesawat angkut C-17 milik AS dengan kode penerbangan RCH 871 brtolak dari Kabul dengan tujuan Qatar. Sebanyak 600 lebih pria, wanita dan anak-anak warga Afghanistan berhasil masuk pesawat angkut tersebut yang sebenarnya hanya berkapasitas 150 orang.
“Jumlah penumpang sebanyak itu adalah dampak dari situasai keamanan dan perlu segera diputuskan oleh kru yang memastikan mereka keluar dengan ceapt dari negara itu” kata Pejabat AS
Bebrapa penerbanan serupa dari Afghanistan juga turut membawa penumpang lebih banyak setelah Taliban berhasil menguasai negara tersebut.
Baca Juga : Hasil Liga Inggris: Setan merah ngamuk, Bruno cetak Hatrick, Pogba beri Empat Assist
Bagi warga Afghanistan melarikan diri ke negara lain adalah jalan terbaik untuk lepas dari kekuasaan Taliban. Mereka khawatir kekuasaan Taliban melanggat hak-hak sipil, juga melarang perempuan bersekolah serta bekerja, ketakuatan itu membuat mereka memilih pergi dari sana.
Editor :LUKMANUL HAKIM
Source : narasinewsroom