Penyaluran Bansos
Mahasiswa KKN UIN Bandung Mengawal Penyaluran Bansos di Desa Margamekar
Penyaluran bansos di Desa Margamekar dikawal Mahasiswa KKN Uin Bandung
Penyaluran Bansos Desa Margamekar, Pangalengan Dikawal Mahasiswa KKN dari UIN Bandung.
Mahasiswa KKN Uin Sunan Gunung DJati Bandung, mengawal langsung penyaluran bansos di Desa Margamekar, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.
Para mahasiswa yang tergabung dari setiap jurusan di Uin Bandung, sebanyak 37 mahasiswa melakukan program KKN langsung.
Baca Juga : Kilas Balik Perjuangan The Minions di Badminton Olimpiade Tokyo 2020
Mereka membantu program pemerintah setempat dalam penyaluran bansos dihalaman depan kantor Desa Margamekar, Rabu (04/08/2021).
“Dengan program KKN ini yang selain mengabdi ke masyarakat, kami juga membantu program pemerintah dalam penyaluran bansos supaya tidak terjadi pungli seperti di daerah lain. Kata M.Rifaldo salah satu mahasiswa UIN Bandung yang sedang KKN

Kali ini mahasiswa KKN membantu pemerintahan Desa Margamekar dalam penyaluran bansos berupa beras 10kg.
Dengan maraknya berita kasus pungutan liar bansos, seperti yang terjadi di Jakarta Pusat, seorang ketua RT mengambil 10 Ribu Rupiah dari setiap penerima bansos. Masyarakat mengharapkan dengan dibantu oleh mahasiswa tidak ada pemungutan liar terjadi.
Penyaluran Bansos bagi masyarakat yang terdampak dari Pandemik Covid 19 terus diberikan oleh pemerintah. terdapat beberapa bansos yang disalurkan pemerintah, hal ini dilakukan demi menghadapi ancaman keselamatan jiwa dan krisis ekonomi karena virus corona.
“Untuk mengurangi beban masyarakat akibat berbagai pembatasan obilitas dan aktvitas social ekonomi, peerintah mendorong percepatan dalam penyaluran bansos untuk masyarakat” Kata Jokowi dalam Konferensi Pers yang diunggah di Youtube Keseretaritan Presiden RI
Masyarakat yang mendapat kupon bansos ini, hanya dengan membawa foto kopi Kartu Keluarga dan Foto kopi KTP asli, bisa langsung menukarkan kupon tersebut yang telah dibagikan oleh RT setempat.
Selain bansos beras, pemerintah juga memberikan bantuan sosial tunai sebesar Rp.600.000, Bantuan langsung tunai sebesar Rp.300.000, dan Penerima Keluarga Harapan yang bisa mencapai 3juta dalam satu tahun.
Baca Juga : Moment Haru dari Greysia dan Apriani, setelah menjuarai Badminton di Olimpiade Tokyo 2020
Editor :LUKMANUL HAKIM